KEGIATAN FASILITASI KADER POSYANDU DAN KB (LOMBA MATERI DAN PENYULUHAN)
- Jun 14, 2018
- imelda
[caption id="attachment_275" align="alignnone" width="264"]
Para Tim Juri[/caption]
Para Peserta Lomba (Kader & Kepala Dusun)
Kader Melakukan Penimbangan [caption id="attachment_278" align="alignnone" width="267"]
Penerimaan Hadiah[/caption] Loonuna.desa.id. Pengertian Posyandu adalah kegiatan kesehatan dasar yang diselenggarakan dari, oleh dan untuk masyarakat yang dibantu oleh petugas kesehatan. Lomba Pos Pelayanan Terpadu atau yang lebih dikenal dengan Posyandu di desa Loonuna. una baru pertama kali diadakan dan Hari ini : Rabu, 14 juni 2018, di Gedung Paud Mekar Ceria ditantang untuk menunjukkan kemampuan dan juga inovasinya dalam Lomba Posyandu Tingkat Desa Loonuna Tahun 2018. Lomba yang baru pertama kali dihelat oleh Pemerintah Desa Loonuna dalam hal ini Tim Pengerak PKK yang baru pertama kali diadakan tahun 2018 ini diikuti oleh 5 Posyandu yang mewakili tiap dusun di desa loonuna. Penjurian untuk Posyandu yang mengikuti lomba ini dimulai tanggal 07 Juni 2018 dengan berkunjung langsung ke Posyandu sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan hingga tanggal 14 juni 2018. Kemudian dari penilaian tersebut, tim juri akan menentukan siapa yang menjadi Posyandu terbaik dalam pelaksanaan Lomba Posyandu tingkat Desa Loonuna Tahun 2018 ini. Nantinya, para pemenang akan mendapatkan penghargaan berupa uang pembinaan dari Pemerintah Desa Loonuna yaitu dana dari ADD yang sudah dialokasikan sejak adanya penggalian gagasan di Tiap-tiap dusun. Tim juri Lomba Posyandu Tingkat Desa ini terdiri dari Tim Penggerak PKK Desa Loonuna, Koordinator KB kecamatan lamaknen selatan. Dalam penilaiannya, tim juri akan melakukan penilaian yang meliputi lima indikator, yakni yang pertama adalah Administrasi Posyandu yang terdiri dari kelembagaan Posyandu, pengelolaan Posyandu, data kelengkapan administrasi, sarana peralatan dan administrasi, lalu yang kedua adalah Hari Buka Posyandu dan Kemampuan Kader yang meliputi mulai pendaftaran, penimbangan, pencatatan, penyuluhan serta kegiatan tambahan penunjang kesehatan. Untuk indikator yang ketiga adalah Peran Serta Masyarakat Terhadap Hasil Kegiatan Posyandu dan Peran Tim Pokjanal Posyandu yang meliputi opini masyarakat tentang Posyandu yang bersangkutan, pembiayaan Posyandu, sumber daya dan sumber dana, pendataan hasil kegiatan, pendataan bayi, Balita dan Bumil di Posyandu, keberadaan Pokjanal Posyandu di tingkat kecamatan, dan kontribusi serta pembinaan yang telah dilakukan oleh Pokjanal. Indikator keempat adalah Program Inovasi dan Pelayanan Posyandu, yang meliputi penilaian kehadiran tim Pokjanal Posyandu, penilaian inovasi Posyandu, penilaian program-program Posyandu, penilaian peran serta instansi terkait seperti Puskesmas, Petugas Lapangan Keluarga Berencana, dan inovasi Posyandu pada saat kunjungan penilaian. Sedangkan indikator penilaian terakhir yakni Pembinaan Posyandu, seperti pembentukan Pembina, susunan dan peran Pembina Posyandu, serta kegiatan pembinaan. Posyandu Sebagai Ujung Tombak Kesehatan Ibu dan Anak Bukan tanpa alasan Pemerintah Desa Loonuna baru pertama kali menggelar kegiatan Lomba Posyandu Tingkat desa ini. Hal ini dikarenakan fungsi vital Posyandu sebagai ujung tombak dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak yang mencakup lima fungsi pelayanan, yakni pemantauan pertumbuhan, penyuluhan gizi dan kesehatan, imunisasi, pelayanan KB dan pelayanan kesehatan dasar. Selain itu juga adanya lomba ini bertujuan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kunjungan Balita di Posyandu, meningkatkan pengetahuan, sikap dan ketrampilan kader Posyandu, juga meningkatkan pengetahuan dan peran serta masyarakat akan pentingnya Posyandu dalam peningkatan gizi dan kesehatan. Tujuan Posyandu antara lain:
- Menurunkan angka kematian bayi (AKB), angka kematian ibu (ibu hamil), melahirkan dan nifas.
- Membudayakan NKBS
- Meningkatkan peran serta masyarakat untuk mengembangkan kegiatan kesehatan dan KB serta kegiatan lainnya yang menunjang untuk tercapainya masyarakat sehat sejahtera.
- Berfungsi sebagai wahana gerakan reproduksi keluarga sejahtera, gerakan ketahanan keluarga dan gerakan ekonomi keluarga sejahtera.
- KIA
- KB
- Imunisasi
- Gizi
- Penanggulangan diare
- Imunisasi
- Pemberian vitamin A dosis tinggi.
- Pembagian pil KB atau kondom.
- Pengobatan ringan.
- Konsultasi KB.
- D Æ Baik/ kurangnya peran serta masyarakat.
- N Æ Berhasil tidaknya program posyandu.
- Pelayanan bumil dan menyusui.
- Program Pengembangan Anak Dini Usia (PADU) yang diintegenerasikan dengan program Bina Keluarga Balita (BKB) dan kelompok bermain lainnya.
- Program dana sehat atau JPKM dan sejenisnya, seperti tabulin, tabunus dan sebagainya.
- Program penyuluhan dan penyakit endemis setempat.
- Penyediaan air bersih dan penyehatan lingkungan pemukiman.
- Usaha Kesehatan Gigi Masyarakat Desa (UKGMD).
- Program diversifikasi pertanian tanaman pangan.
- Program sarana air minum dan jamban keluarga (SAMIJAGA) dan perbaikan lingkungan pemukiman.
- pemanfaatan pekarangan.
- Kegiatan ekonomis produktif, seperti usaha simpan pinjam dan lain-lain.
- Dan kegiatan lainnya seperti: TPA, pengajian, taman bermain.
- Ibu: Pemeliharaan kesehatan ibu di posyandu, Pemeriksaan kehamilandan nifas, Pelayanan peningkatan gizi melalui pemberian vitamin dan pil penambah darah, Imunisasi TT untuk ibu hamil.
- Pemberian Vitamin A: Pemberian vitanin A dosis tinggi pada bulan Februari dan Agustus (Bagian Kependudukan dan Biostatistik FKM USU. 2007). Akibat dari kurangnya vitamin A adalah menurunnya daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit.
- Penimbangan Balita: Penimbangan balita dilakukan tiap bulan di posyandu. Penimbangan secara rutin di posyandu untuk pemantauan pertumbuhan dan mendeteksi sedini mungkin penyimpangan pertumbuhan balita. Dari penimbangan yang kemudian dicatat di KMS, dari data tersebut dapat diketahui status pertumbuhan balita apabila penyelenggaraan posyandu baik maka upaya untuk pemenuhan dasar pertumbuhan anak akan baik pula.
- Berat badan bertambah mengikuti salah satu pita warna, berat badan bertamabah ke pita warna diatasnya.
- Berat badanya berkurang atau turun, berat badan tetap, berat badan bertambah atau naik tapi pindah ke pita warna di bawahnya.
- BCG untuk mencegah penyakit TBC.
- DPT untuk mencegah penyakit difteri, pertusis (batuk rejan), tetanus.
- Polio untuk mencegah penyakit kelumpuhan.
- Hepatitis B untuk mencegah penyakit hepatitis B (penyakit kuning).
- Pengetahuan ibu tentang manfaat posyandu.
- Motivasi ibu untuk membawa anaknya ke posyandu
- Pekerjaan iu
- Dukungan dan motivasi dari kader posyandu dan tokoh masyarakat
- Sarana dan prasarana di posyandu
- Jarak dari posyandu tersebut